I. PENDAHULUAN
Castrol
merupakan merek pelumas yang sangat terkenal di dunia. Sejarah Castrol
dimulai pada 19 Maret 1899. Bermula dari perusahaan minyak yang dirintis
oleh Charles Wakefield di Inggris, jaringan bisnis Castrol mendunia. Sekitar
1909 Charles menciptakan minyak pelumas yang kemudian menjadi bagian
dari sejarah dunia otomotif yang diberi nama Castrol. Kesuksesan Castrol
tak lepas dari jasa dan kepiawaian Charles dalam membangun filosofi
perusahaan, yang selalu memperhatikan dan mendengarkan kebutuhan
konsumen yang menggunakan produknya. Selain
itu, sebagai seorang pengusaha, Charles memiliki visi ke depan yang
sangat tinggi dalam mengembangkan produk dan perusahaanya.
Di Eropa dan Amerika Serikat, dimana pelumas Castrol memiliki saham pasar 15 persen dari yang dilakukannya sendiri, Castrol menargetkan pengendara yang ingin memanjakan mesin mereka dengan membayar sedikit lebih untuk margin tinggi Castrol Merek GTX dari pada pelumas standar.
Posisi strategi ini dibedakan dengan mendukung menjadi sponsor balap
Formula 1 dan seri mobil Indy di Amerika Serikat dan dengan anggaran
yang besar pada televisi dan majalah otomotif di Eropa dan Amerika Serikat.
Beberapa keberhasilan Castrol yang paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah keberhasilannya di negara - negara berkembang di Asia, di mana Castrol hanya menuai seper-enam
dari penjualan tetapi lebih dari seperempat dari laba operasi. Di
Vietnam, mobil masih relatif jarang, sehingga Castrol menargetkan produknya kepada pemilik
motor. Strategi Castrol adalah untuk menargetkan orang-orang yang ingin
merawat motor baru mereka. Tujuan jangka panjang adalah untuk membangun
loyalitas merek, sehingga ketika kepemilikan mobil menjadi umum di
Vietnam, Castrol yakin, para pelanggan yang awalanya memiliki sepeda motor akan tetap menggunakan produk Castrol ketika mereka beralih menggunakan mobil. Strategi ini telah bekerja dengan baik di
Thailand. Castrol telah memegang saham terkemuka pasar sepeda motor di
Thailand sejak awal 1980-an, dan sekarang memegang saham terkemuka di
pasar mobil yang berkembang pesat di negara itu.
Tidak seperti praktek di negara - negara maju, strategi komunikasi Castrol di Vietnam tidak berfokus pada media televisi dan media cetak mengkilap. Sebaliknya, Castrol berfokus pada membangun kesadaran konsumen melalui penggunaan iklan ekstensif melalui billboard, stiker mobil, dan sekitar 4.000 stiker di
garasi pinggir jalan di Vietnam dan toko-toko pembersih sepeda motor.
Castrol juga mengembangkan slogan unik yang memiliki kualitas berirama
di Vietnam ”Dau nhot tot Nhat”, atau "pelumas kualitas terbaik" - dan
melekat dalam benak konsumen. Peneliti Castrol mengatakan bahwa 99
persen orang yang luar biasa di Kota Ho Chi Minh sekarang mengakui
slogan tersebut.
Pada
saat yang sama, Castrol mulai memanfaatkan beberapa strategi promosi
internasional dan menggunakannya di Vietnam. Pada tahun 2003, perusahaan
mengembangkan kampanye periklanan global yang menampilkan bintang sepak
bola Inggris David Beckham, yang adalah atlet yang paling dikenal di
dunia. Sebagai bagian dari kampanye, Beckham mengunjungi beberapa negara
Asia, termasuk Vietnam, dimana ia menghadiri turnamen sepak bola yang
disponsori oleh Castrol.
Seperti
di tempat lain, Castrol telah mengadopsi strategi harga premium di
Vietnam, yang konsisten dengan upaya perusahaan untuk membangun citra
merek global berkualitas tinggi. Biaya minyak Castrol sekitar $1.5 per
liter di Vietnam, sekitar tiga kali lipat harga minyak lebih murah
diimpor dari Taiwan dan Thailand. Meskipun tingginya harga produk,
Castrol mengklaim bahwa mendapatkan saham di Vietnam sebagai kemenangan
mengkonversi strategi branding.
Castrol
telah menyesuaikan strategi distribusi dengan kondisi yang unik di
Vietnam. Di sebagian besar negara di mana perusahaan beroperasi, Castrol
membagi negara ke daerah dan memiliki distributor tunggal di
masing-masing daerah. Di Vietnam, bagaimanapun, Castrol sering memiliki
dua distributor yang berbeda di daerah -satu untuk menangani pelanggan
BUMN, yang secara nominal masih banyak di negeri komunis ini, dan satu
untuk menangani pelanggan pribadi. Castrol mengakui sistem ini mahal
tetapi mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk beroperasi di negara di
mana masih ada beberapa ketegangan antara entitas negara dan swasta.
II. TEORI DASAR
1. Segmentasi Pasar Global
Segmentasi
Pasar adalah membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli
yang berbeda yang mungkin menghendaki bauran produk atau pemasar yang
terpisah.
2. Bauran Pemasaran
a. Definisi Bauran Pemasaran
Bauran
pemasaran merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan
perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target
pasarnya.
b. Empat variabel bauran pemasaran
Bauran
pemasaran memiliki empat variabel yang dikenal dengan istilah “4 P”
(product, price, promotion, and place) yang saling berkaitan satu sama
lain. penjelasan mengenai variabel-variabel bauran pemasaran adalah
sebagai berikut:
· Produk (product)
Produk
adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk
diperhatikan, diperoleh digunakan atau dikonsumsi sehingga dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
· Harga (price)
Harga
merupakan jumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk
mendapatkan suatu produk. Harga diukur dengan nilai yang dirasakan dari
produk yang ditawarkan jika tidak maka konsumen akan membeli produk lain
dengan kualitas yang sama dari penjualan saingannya. Harga adalah
satu-satunya alat bauran pemasaran yang digunakan perusahaan untuk
mencapai sasaran pemasarannya. Keputusan harga harus dikoordinasikan
dengan rancangan produk, distribusi dan promosi yang membentuk program
pemasaran yang konsisten dan efektif.
· Tempat (place)
Tempat
termasuk aktivitas perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi
konsumen sasaran. Keputusan mengenai tempat sangat penting agar konsumen
dapat memperoleh produk yang dibutuhkan tepat pada saat dibutuhkan.
· Promosi (promotion)
Promosi
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk
mengkomunikasikan manfaat dari produk atau jasa dan meyakinkan konsumen
sasaran tentang produk yang mereka hasilkan.
Variabel-variabel
bauran pemasaran tersebut dapat dipakai sebagai dasar untuk menetapkan
suatu strategi dalam usaha untuk mendapatkan posisi yang kuat di pasar.
Tetapi dalam pelaksanannya, bauran pemasaran tersebut harus dapat
disesuaikan dengan kondisi yang ada atau bersifat fleksibel.
3. Strategi Pemasaran Kreatif
Strategi merancang pesan dibutuhkan strategi kreatif, melewati tahap pembentukan, evaluasi, seleksi dan pelaksanaan pesan. Pembentukan
pesan terhadap produk pada prinsipnya merupakan manfaat utama yang
ditawarkan merk sebagai pengembangan konsep produk. Pesan dari iklan
harus dapat disampaikan secara kreatif, bahkan kreatifitas ini lebih
penting daripada jumlah uang yang dikeluarkan. Kreatifitas dalam
periklanan adalah proses dari beberapa tahap. Graham Wallas membagi
proses kreatifitas tersebut menjadi empat tahap, meliputi persiapan,
inkubasi, illuminasi, verifikasi dan revisi. Sumber variasi informasi
tersedia untuk membantu spesialis kreatif untuk menentukan tema
kampanye, daya tarik atau gaya eksekusi.
Pada
tahap preparasi informasi latar belakang yang diperlukan dikumpulkan
untuk memecahkan masalah lewat studi dan penelitian. Pada tahap inkubasi
mengambil langkah untuk mengembangkan ide kreatif tersebut. Tahap
Iluminasi melihat cahaya terang dari penyelesaian tersebut. Akhirnya
pada tahap verifikasi dan revisi melihat kembali dan menyempurnakan ide
serta memilih di antara ide kreatif tersebut yang terbaik.
Pengembangan
strategi kreatif dituntun oleh tujuan dan sasaran serta didasari
sejumlah faktor meliputi peserta target, masalah dasar periklanan harus
beralamat, sasaran pesan. Suatu bagian penting dari strategi kreatif
menentukan ide penjualan utama, yang akan menjadi tema pusat kampanye
periklanan. Beberapa pendekatan untuk mengerjakan strategi kreatif ini, antara lain :
a. Strategi Generik
Pendekatan
generik ditemukan oleh Michael E. Porter. Pendekatan ini berorientasi
pada keunggulan biaya keseluruhan dan diferensiasi. Keunggulan biaya
keseluruhan menonjolkan harga lebih rendah dari pesaing. Diferensiasi menonjolkan perbedaan yang mencolok mereknya dengan merek pesaing tidak secara
superior. Diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk, diferensiasi
pelayanan, diferensiasi personal, diferensiasi saluran dan diferensiasi
citra.
b. Strategi Premtive
Strategi preemtive serupa
dengan strategi generik, tetapi menonjolkan superioritasnya. Strategi
ini digunakan oleh perusahaan yang produknya kecil. Strategi preemtive
ini merupakan strategi yang cerdik, karena menonjolkan superioritasnya dan merupakan pernyataan yang unik. Meskipun demikian, janganmelebih-lebihkan manfaat produk Anda dengan mengatakan hal-halyang mengada-ada, karena termasuk dosa periklanan (Eric Schulz, 2001).
c. Strategi Unique Selling Proposition
Strategi Unique Selling Proposition dikembangkan
oleh Rosser Reeves. Strategi ini berorientasi pada keunggulan atau
kelebihan produk yang tidak dimiliki oleh produk saingannya. Kelebihan
tersebut juga merupakan sesuatu yang dicari atau dijadikan alasan bagi
konsumen untuk menggunakan suatu produk. Produk dibedakan oleh karakter
yang spesifik.
d. Strategi Brand Image
Sebuah
merek atau produk diproyeksikan pada suatu citra (image) tertentu
(melalui periklanan). Gagasannya adalah agar konsumen dapat menikmati
keuntungan psikologis dari sebuah produk (selain keuntungan fisikal yang
mungkin ada). Biasanya berorientasi pada simbol kehidupan. Pendekatan
ini dipopulerkan oleh David Ogilvy dalam bukunya Confessions of an
Advertising Man.
e. Strategi Inherent Drama
Strategi Inherent Drama atau
strategi karakteristik produk yang membuat konsumen membeli. Inherent
Drama menggunakan pendekatan yang menekankan pada filosofi periklanan
dari Leo Burnett, pendiri dari agensi Leo Burnet di Chicago. Dia percaya
bahwa iklan didasarkan pada landasan manfaat yang diperoleh komsumen,
dengan menekankan pada elemen dramatik yang diekspresikan pada manfaat
tersebut.
f. Strategi Positioning
Strategi Positioning sebagai
dasar dari strategi pemasaran dikemukakan oleh Jack Trout dan Al Ries
pada awal tahun 1970-andan menjadi dasar yang populer dari pengembangan
strategi kreatif. Gagasan umum dari positioning adalah menempatkan
sebuah produk untuk mendapatkan posisi yang baik dalam benak konsumen.
Merek yang telah memiliki posisi mapan dalam benak akan menjadi faktor
pengaruh yang kuat pada saat konsumen memerlukan solusi. Biasanya
berorientasi pada market leader. Bahkan Jack Trout dan Al Ries
mengatakan bahwa positioning bukan yang dikerjakan terhadap produk,
tetapi yang dikerjakan terhadap benak konsumen.
g. Strategi Resonansi
Strategi
ini tidak berfokus pada dan citra merek, tetapi lebih berfokus pada
situasi atau kondisi yang ditemukan yang menguatkan pengalaman hidup
konsumen.
III. PERMASALAHAN
1. Bagaimana konteks ekonomi dan bisnis untuk pemasaran di negara berkembang seperti Vietnam berbeda dari yang di negara-negara maju?
2. Bagaimana Castrol menyesuaikan bauran pemasaran yang terbaik sesuai dengan kondisi di Vietnam?
3. Apakah kasus Castrol memberitahu Anda tentang pentingnya penyesuaian lokal dalam strategi pemasaran di era bisnis global?
IV. PEMBAHASAN
1. Bagaimana konteks ekonomi dan bisnis untuk pemasaran di negara berkembang seperti Vietnam berbeda dari yang di negara-negara maju?
Strategi
pemasaran yang diterapkan di negara berkembang seperti Vietnam yaitu
Castrol menargetkan pengendara motor, hal ini karena masih jarangnya
pengguna mobil di negara tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan jangka panjang yaitu untuk membangun loyalitas merek. Jelas di sini Castrol melakukan strategi Positioning, yaitu menempatkan
sebuah produk untuk mendapatkan posisi yang baik dalam benak konsumen.
Merek yang telah memiliki posisi mapan dalam benak akan menjadi faktor
pengaruh yang kuat pada saat konsumen memerlukan solusi. Jadi
ketika di Vietnam pengguna motor beralih ke mobil maka mereka akan
tetap menggunakan Castrol karena merek Castrol sudah melekat pada
mereka.
Tidak hanya itu, dalam mempromosikan produknya, Castrol
di Vietnam tidak fokus pada televisi dan media cetak mengkilap (ada
relatif sedikit baik di Vietnam). Sebaliknya, Castrol berfokus pada
membangun kesadaran konsumen melalui penggunaan ekstensif billboard,
stiker mobil, dan sekitar 4.000 tanda-tanda di garasi pinggir jalan di
Vietnam dan toko-toko pembersih sepeda motor.
Lain halnya strategi pemasaran Castrol di negara maju seperti Eropa dan Amerika Serikat, yaitu Castrol menargetkan pengendara mobil yang ingin memanjakan mesin mereka dengan membayar sedikit lebih untuk margin tinggi Castrol Merek GTX daripada pelumas standar dengan tujuan perusahaan ingin membangun citra merek global berkualitas tinggi. Strategi Castrol di negara maju tersebut bisa dibilang sebagai Strategi Strategi Brand Image dimana
Castrol menginginkan produknya memiliki citra kelas premium yang
berkualitas tinggi. Strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan
Castrol juga Strategi Unique Selling Proposition Produk dimana produk dibedakan oleh karakter yang spesifik. Pendekatan ini dilakukan oleh Oli Castrol GTX dengan kemampuan superior melindungi mesin dengan kata kunci dalam iklannya “Helps Older Cars Feel Young Again”.
Dalam hal mempromosikan produknya di negara maju seperti Eropa dan Amerika, Castrol melakukannya dengan cara menjadi sponsor balap Formula 1 dan seri mobil Indy di Amerika Serikat dan dengan anggaran yang besar pada televisi dan majalah otomotif di Eropa dan Amerika Serikat.
2. Bagaimana Castrol menyesuaikan bauran pemasaran yang terbaik sesuai dengan kondisi di Vietnam?
Castrol melakukan bauran produk di Vietnam dengan membuat produk pelumas untuk kendaraan bermotor karena masih jarangnya pengguna mobil di negara tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan jangka panjang yaitu untuk membangun loyalitas merek.
Sedangkan bauran tempat (place) yang dilakukan Castrol di Vietnam adalah dengan memiliki
dua distributor yang berbeda di daerah -satu untuk menangani pelanggan
BUMN, yang secara nominal masih banyak di negeri komunis ini, dan satu
untuk menangani pelanggan pribadi. Castrol mengakui sistem ini mahal
tetapi mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk beroperasi di negara di
mana masih ada beberapa ketegangan antara entitas negara dan swasta.
Lalu bauran Promosi yang dilakukan di Vietnam salah satunya adalah dengan membuat slogan unik yang memiliki kualitas berirama di Vietnam yaitu ”Dau nhot tot Nhat”, atau arti dalam bahasa Indonesia yaitu "pelumas kualitas terbaik". Slogan tersebut sukses melekat dalam benak konsumen di Vietnam.
3. Apakah kasus Castrol memberitahu Anda tentang pentingnya penyesuaian lokal dalam strategi pemasaran di era bisnis global?
Iya,
dalam kasus Castrol memberitahu tentang pentingnya penyesuaian lokal
dalam strategi pemasaran di era bisnis global sekarang ini. Karena pada
setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik dari segi sistem politik, ekonomi, maupun budayanya.
Pemasaran
tidak dapat menerapkan begitu saja strategi pemasaran yang canggih pada
ekonomi yang masih berkembang. Usaha-usaha pemasaran harus disesuaikan
pada setiap situasi, dibuat khusus untuk setiap kumpulan keadaan
tertentu. Program pemasaran yang efisien adalah yang dapat memberikan
kegunaan yang optimal dalam serangkaian keadaan khusus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar